Rhoma Irama Legacy

Ficky Rhoma

Dari dangdut menuju rock, Ficky Rhoma menunjukkan bahwa sebuah warisan musik dapat terus hidup ketika generasi berikutnya berani memberikan warna mereka sendiri.

Sonet Rock dan Identitas Musikal Ficky

Rock menjadi bahasa musikal yang digunakan Ficky untuk menerjemahkan kembali pesan dan energi dari lagu-lagu Rhoma Irama. Hasilnya adalah perpaduan antara kekuatan lirik dan komposisi karya Rhoma dengan karakter vokal serta aransemen rock
  • Lagu Sonet Rock

    “Bujangan”, “Buta”, “Pemarah”, “Nafsu Serakah”, “Persetan”, “Hak Azasi”, “Ingkar”, dan “Badai Fitnah”
  • Warna Musik Sonet Rock

    SonetRock dipelopori oleh Vicky Rhoma, putra Rhoma Irama, dengan menawarkan pendekatan musikal yang berbeda dari warna musik Soneta Group.
Pangeran

Bukan Sekadar Putra Sang Raja Dangdut

Ia memilih jalur yang tidak sama dengan ayah maupun saudaranya. Dari panggung dangdut yang telah membesarkan nama Rhoma Irama, Ficky membawa warisan tersebut menuju suara gitar yang lebih keras, ritme yang lebih agresif, dan karakter rock yang menjadi identitas Sonet Rock.
  • Panggung Musik dan Generasi Penerus

    Kehadiran Ficky bersama Sonet Rock juga menjadi bagian dari regenerasi musikal keluarga Rhoma Irama. Dalam sebuah konser bertajuk “Raja Dangdut” di TMII pada 2011, Ficky bersama Sonet Rock tampil sebagai representasi generasi penerus dengan warna rock-dangdut, sementara Ridho Rhoma hadir melalui jalur musik yang berbeda.

  • Dari Dangdut Menuju Rock

    Bagi Ficky, membawakan karya-karya ayahnya bukan semata-mata tentang meneruskan popularitas sebuah lagu. Ada keinginan untuk membuat karya tersebut tetap hidup dan dapat dikenal oleh masyarakat melalui pendekatan musik yang berbeda.