Are you need IT Support Engineer? Free Consultant

Adam Gifari, Putra Rhoma Irama yang Memilih Jalan Seni Tradisi

  • By admin
  • August 9, 2026
  • 3 Views

Darah seni yang mengalir dalam keluarga besar Rhoma Irama ternyata tidak hanya diteruskan melalui musik. Jika sang ayah dikenal sebagai legenda dangdut Indonesia, sementara sejumlah saudaranya memilih jalur musik modern dan dangdut, Adam Gifari justru mengambil jalan berbeda dengan mendalami seni tradisional Jawa, khususnya dunia pedalangan dan karawitan.

Adam Gifari merupakan putra bungsu Rhoma Irama. Lahir di Surakarta pada 13 September 1999, Adam tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat dekat dengan dunia seni. Namun, dibandingkan mengikuti jejak ayahnya di dunia musik dangdut, ia justru menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap budaya dan kesenian tradisional.

Dari Keluarga Musik ke Dunia Wayang

Ketertarikan Adam terhadap dunia pedalangan mulai terlihat sejak usia muda. Ia bahkan dikenal sebagai dalang cilik dan sempat tampil dalam sejumlah pertunjukan wayang. Bakat tersebut pada awalnya sempat membuat Rhoma Irama tidak langsung percaya bahwa sang anak memiliki keseriusan di bidang pedalangan.

Namun, ketekunan Adam akhirnya membuat sang ayah memberikan dukungan. Rhoma Irama kemudian memberikan perangkat dalang dan mendorong Adam untuk memperdalam kemampuannya melalui pendidikan dan latihan seni pedalangan.

Pilihan Adam menjadi menarik karena ia tumbuh dari keluarga yang identik dengan industri musik populer Indonesia, tetapi justru memilih menjaga salah satu bentuk kesenian tradisional yang memiliki akar panjang dalam kebudayaan Jawa.

Bakat Seni yang Mengambil Jalan Berbeda

Perjalanan Adam memperlihatkan bahwa warisan seni dalam keluarga Rhoma Irama hadir dalam bentuk yang beragam. Vicky Rhoma dikenal melalui musik dengan warna rock, Rhido Rhoma meneruskan tradisi dangdut, sementara Adam memilih jalur seni pewayangan dan karawitan. Sebuah kajian mengenai perjalanan hidup Rhoma Irama juga mencatat bahwa ketiga anak tersebut memiliki bakat seni dengan jalur yang berbeda.

Selain mendalami pedalangan, Adam juga dikenal memiliki kemampuan memainkan alat musik tradisional, termasuk kendang. Kecintaannya terhadap seni tradisional terus berkembang ketika ia menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Menjaga Tradisi di Tengah Perubahan Zaman

Pilihan Adam untuk menekuni seni tradisional menjadi cerita tersendiri dalam perjalanan keluarga Rhoma Irama. Di tengah perkembangan industri hiburan yang semakin modern, kehadiran generasi muda yang memilih mendalami wayang dan karawitan menjadi penting bagi keberlangsungan budaya tradisional.

Adam seolah menunjukkan bahwa meneruskan warisan keluarga tidak selalu berarti mengulang jalan yang sama. Ia membawa darah seni keluarga Rhoma Irama ke ruang yang berbeda—dari panggung musik dangdut menuju panggung wayang.

Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan wajah lain dari keluarga besar Rhoma Irama. Di balik nama besar sang Raja Dangdut, terdapat generasi penerus dengan pilihan artistik yang beragam. Dan Adam Gifari memilih satu jalan yang mungkin paling berbeda: menjaga seni tradisi agar tetap hidup di tengah generasi baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *