
Warisan musik Rhoma Irama terus menemukan cara untuk hadir di tengah perkembangan zaman. Tidak hanya melalui dangdut yang telah menjadi identitasnya, karya-karya sang legenda juga mendapat sentuhan berbeda melalui SonetRock, proyek musik yang membawa lagu-lagu Rhoma Irama ke dalam karakter musik rock.
SonetRock dipelopori oleh Vicky Rhoma, putra Rhoma Irama, dengan menawarkan pendekatan musikal yang berbeda dari warna musik Soneta Group. Lagu-lagu yang sebelumnya dikenal dengan aransemen dangdut kemudian dikembangkan dengan karakter rock yang lebih keras, dinamis, dan dekat dengan selera generasi muda.
Salah satu karya yang pernah diangkat adalah “Bujangan”, lagu populer Rhoma Irama yang mendapat sentuhan aransemen rock. Perubahan warna musik tersebut tidak menghilangkan identitas asli lagunya, tetapi memberikan perspektif baru terhadap karya yang telah dikenal luas oleh masyarakat.
Kehadiran SonetRock juga memperlihatkan bagaimana sebuah warisan musik dapat terus berkembang tanpa harus kehilangan akar. Bagi generasi penerus Rhoma Irama, musik bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi sesuatu yang dapat terus ditafsirkan dan dikembangkan sesuai perkembangan zaman.
Langkah tersebut menjadi menarik karena perjalanan musik keluarga Rhoma Irama tidak berhenti pada satu genre. Dari dangdut hingga rock, setiap generasi memiliki cara sendiri untuk meneruskan perjalanan musikal keluarga yang telah memiliki pengaruh besar dalam sejarah musik Indonesia.
SonetRock pada akhirnya bukan hanya tentang mengubah aransemen lagu dangdut menjadi rock. Lebih dari itu, kehadirannya menjadi bagian dari upaya menjaga agar karya-karya Rhoma Irama tetap hidup, didengar, dan diperkenalkan kepada generasi baru melalui bahasa musik yang lebih beragam.
